Kaburnya delapan tahanan dari rumah tahanan Polres Way Kanan pada Minggu (22/2/2026) pagi diduga melibatkan orang dalam.
Seorang penjaga kantin berinisial SR kini telah diamankan dan tengah diperiksa terkait perannya dalam peristiwa tersebut.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari Yuyun mengungkapkan, SR diduga turut membantu proses pelarian para tahanan dengan menyiapkan gergaji besi.
Alat tersebut diduga digunakan untuk memotong bagian tertentu sebelum para tahanan melarikan diri melalui plafon rutan.
“SR diduga terlibat dalam peristiwa kaburnya delapan tahanan tersebut,” ujar Yuni, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, delapan tahanan itu melarikan diri dengan menjebol bagian atas sel dan keluar melalui plafon.
Aksi tersebut diduga telah direncanakan sebelumnya.
Polda Lampung bergerak cepat melakukan pengejaran.
Satu dari delapan tahanan yang kabur, yakni berinisial H, telah berhasil ditangkap. H diamankan tak lama setelah pelarian dan kini sudah kembali ditahan.
“H telah kami tangkap setelah kabur dari tahanan Polres Way Kanan,” kata Yuni.
Selain H, polisi juga mengamankan SR yang diduga membantu pelarian tersebut. Saat ini, aparat masih memburu tujuh tahanan lainnya yang masih dalam pelarian.
Ketujuh tahanan yang masih dicari masing-masing berinisial NV, KRS, JN, RI, Rah, Hem, dan DR.
Mereka merupakan tersangka dalam berbagai kasus kejahatan, mulai dari pencurian hingga penyalahgunaan narkotika.
Polda Lampung bersama jajaran Polres Way Kanan terus melakukan penyisiran dan memperketat pengawasan guna menangkap para tahanan yang tersisa.
Polisi juga mendalami kemungkinan adanya kelalaian maupun keterlibatan pihak lain dalam insiden ini.