Way Kanan – MiviNews.Com -Semakin hari semakin terasa beban hidup terutama kebutuhan sehari hari bahkan Angsuran yang harus tertunda pembayarannya akibat Rekening PT PSMI ( Pemuka sakti Manis indah ) di blokir
Blocked Account diduga dilakukan kajati Lampung yang berdampak ke sejumlah karyawan dan buruh PT PSMI dan petani tebu yang diluar proses hukum, proses hukum sedang berjalan namun tebang tebu dan giling harus tertunda. Selasa 07/04/26
Seorang karyawan melalui media MiviNews.com mengatakan beban yang dirasakan selama ini sangatlah luar biasa bahkan untuk biaya kebutuhan pokok sehari hari harus cari dana sana sini, belum keperluan yang lainnya seperti angsuran
Semoga permasalahan ini ada solusinya untuk kami karyawan dan buruh, atas diblokirnya rekening perusahaan diduga dilakukan oleh kajati lampung, kami sebagai karyawan dan buruh jangan sampai jadi korban, kami tidak pernah berbuat, kami harus jadi korban, kami kerja di PT PSMI bukan mencari kekayaan tapi mencari sesuap nasi.
Kami selaku karyawan dan buruh PT PSMI berharap kepada Kejati Lampung ataupun yang terkait agar bisa memikirkan nasib kami,
Kalau masalah ini terus berlarut larut tidak ada kepastian, Gimana nasib kami kedepan sebagai karyawan dan buruh.
Kami tetap bekerja seperti biasa, namun kami juga butuh biaya operasional dan kebutuhan lainnya, kalau rekening perusahaan tetap di blokir kejati dari mana kami akan mendapatkan sumber dana khususnya gajih kami dan dampaknya juga di rasa petani, vendor,
maka permintaan kami salah satunya semua operasional jangan dihentikan sembari nunggu proses hukum tetap jalan. Ujarnya.
Nasib karyawan dan buruh saat ini tengah dilanda ke tidak pastian menyusul penundaan jadwal tebang dan giling di PT Pemuka Sakti Manis Indah (PT PSMI). Penundaan tersebut diduga berkaitan dengan Blocked account dan persoalan hukum yang masih berjalan.
Namun disisi lain kajati Lampung harus tetap memikirkan nasib orang banyak dan bekerja secara bijak serta tetap fokus terhadap titik permasalahan bukan sebaliknya menjadikan karyawan dan buruh menjadi dampak ketidak kepastian.
( Dalton )